BIOGRAFI FILSAFAT
Biografi Socrates
Sebelum membahas tentang pemikiran filsafat Socrates alangkah baiknya
jika kita mengenal tentang riwayatnya terlebih dahulu, berikut uraian
singkat tentang riwayat Socrates.
Riwayat Socrates tidak banyak diketahui, tetapi sebagai sumber utama
keterangan dirinya dapat diperoleh dari tulisan Aristophanes, Xenophon,
Plato dan Aristoteles. Ia sendiri tidak meninggalkan tulisan, sedangkan
keterangan tentang dirinya didapat dari para muridnya. Orang yang paling
banyak menulis tentang Socrates adalah Plato yang berupa dialog-dialog.
Biografi Plato
Plato adalah pengikut
Socrates
yang taat diantara para pengikutnya yang mempunyai pengaruh besar.
Selain dikenal sebagai ahli pikir juga dikenal sebagai sastrawan yang
terkenal. Tulisannya sangat banyak, sehingga keterangan tentang dirinya
dapat diperoleh secara cukup.
Ia lahir di Athena, dengan nama asli Aristocles. Ia belajar dari
Socrates, Pythagoras, Heracleitos, dan Elia, akan tetapi ajarannya yang
paling besar pengaruhnya adalah dari nama Ariston dan ibunya bernama
Periktione. Sebagai orang yang dilahirkan dalam lingkungan keluarga
bangsawan ia mendapatkan pendidikan yang baik dari seorang bangsawan,
bernama Pyrilampes. Sejak anak-anak ia telah mengenal Socrates dan
kemudian menjadi gurunya selama 8 tahun.
Pada usia 40 tahun ia mengunjungi Italia dan Sicilia, untuk belajar
ajaran Pythagoras, kemudian sekembalinya ia mendirikan sekolah:
Akademia. Sekolah tersebut dinamakan Akademia, karena berdekatan dengan
kuil Akademos seorang pahlawan Athena. Ia memimpin sekolah tersebut
selama 40 tahun. Ia memberikan pengajaran secara baik dalam bidang ilmu
pengetahuan dan filsafat, terutama bagi orang-orang yang akan menjadi
politikus.
Biografi Aristoteles
Aristoteles dilahirkan di Stageria,
Yunani Utara pada tahun 384 SM. Ayahnya seorang dokter pribadi di raja
Macedonia Amyntas. Karena hidupnya di lingkungan istana, ia mewarisi
keahliannya dalam pengetahuan emperis dari ayahnya. Pada usia 17 tahun
ia dikirim ke Athena untuk belajar di Akademia Plato selama kira-kira 20
tahun hingga plato meninggal. Beberapa lama ia menjadi pengajar di
Akademia Plato untuk mengajar logika dan retorika.
Setelah
Plato
meninggal dunia, Aristoteles bersama rekannya Xenokrates meninggalkan
Athena karena ia tidak setuju dengan pendapat pengganti Plato di
Akademia tentang filsafat. Tibanya di Assos, Aristoteles dan rekannya
mengajar di sekolah Assos. Di sana Aristoteles menikahi Pythias. Pada
tahun 345 SM kota Assos diserang oleh tentara Parsi, rajanya (rekan
Aristoteles) dibunuh, kemudian Aristoteles dengan kawan-kawannya
melarikan diri ke Mytilene di Pulau Lesbos yang berada tidak jauh dari
Assos.
Tahun 342 SM Aristoteles diundang raja
Philippos dari Macidonia untuk mendidik anaknya Alexander. Dengan
bantuan raja Aristoteles mendirikan sekolah Lykeion.
KEADILAN
adil a 1 sama berat; tidak berat sebelah; tidak memihak:
keputusan hakim itu --; 2 berpihak kepada yang benar; berpegang pada kebenaran;
3 sepatutnya; tidak sewenang-wenang:
para buruh mengemukakan tuntutan yang --;
keadilan/ke·a·dil·an/ n sifat (perbuatan, perlakuan, dan sebagainya) yang adil:
dia hanya mempertahankan hak dan ~ nya; Pemerintah menciptakan ~ bagi masyarakat;~ sosial
kerja sama untuk menghasilkan masyarakat yang bersatu secara organis
sehingga setiap anggota masyarakat memiliki kesempatan yang sama dan
nyata untuk tumbuh dan belajar hidup pada kemampuan aslinya;
Menurut Saya
Keadilan
adalah sesuatu yang relative karena keadilan dapat berubah ubah maknanya karena
itu setiap individu pasti memiliki pemikiranya sendiri atas apa itu, bagaimana,
dan kapan keadilan itu harus dilaksanakan. begitu pula tentang arti atau makna dari suatu
keadilan , contohnya adalah KBBI keadilan diartikan dengan ” ia hanya mempertahankan hak
dan ~ nya; Pemerintah menciptakan ~ bagi masyarakat”.
Sedangkan menurut saya keadilan adalah saat seseorang melakukan
kegiatan sesuai dengan tempatnya atau bias dibilang “meletakan benda pada tempatnya” dan keadilan adalah
suatu yang telah melekat pada tiap tiap mahluk, dari binatang hingga manusia,
dengan begitu taip tiap makhluk nidup memeiliki kesempatan yang sama untuk
mendapatkan keadilan.
Conoth berdasarkan pendapat saya
diatas mengenai keadilan:
saat seseorang membagikan makanan yang sama rata pada tia orang dengan
tingkat kelaparan yang berbeda, maka orang yang merasakan paling lapar akan
masih merasakan lapar tetapi orang yang tidak lapar akan kekenyangan/ membuang
makanan pemberian lalu makanan tersebut akan mubazir.
Akan tetapi saat orang yang membagikan makanan sesuai dengan kebutuhan
dari orang orang yang memiliki tingkat
kelaparan yang berbeda, maka mereka
semua akan sama sama kenyang tanpa perlu ada makanan yang terbuang.
sumber:
-http://kbbi.web.id/adil
-http://www.altundo.com
-https://goodmenproject.com/wp-content/uploads/2014/06/equality-vs-justice.jpg